Iseng ngumpulin puisi ini dari Filmnya GIE :D
-----------
Aku tak tau mengapa, aku merasa agak melankolik malam ini.
Aku melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu-lintas jakarta dengan warna-warna baru.
Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan.
Semuanya terasa mesra tapi kosong.
Seolah-olah aku merasa diriku yang lemas.
Dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali dijalan-jalan.
Perasaan sayang yang amat kuat menguasaiku.
Aku ingin memberikan suatu rasa cinta pada manusia.
-----------
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi aku ingin habiskan waktuku disisimu sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu.
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandalawangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom didanau.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biavra.
Tapi aku ingin mati disisimu manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tau.
Mari sini sayangku kalian yang pernah mesra yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah kelangit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa kita takkan pernah kehilangan apa-apa.
-----------
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa.
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.
Apakah kau masih selembut dahulu, memintaku minum susu dan tidur yang lelap.
Sambil membenarkan letak leher kemejaku.
Kabut tipispun turun pelan-pelan dilembah kasih, Lembah Mandalawangi.
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram.
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin.
Apakau kau masih membelaiku semesra dahulu.
Ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra.
Apakah kau masih akan berkata kudengar detak jantungmu.
Kita begitu berbeda dalam semua.
Kecuali dalam cinta.
Haripun menjadi malam kulihat semuanya menjadi muram.
Wajah-wajah yang tak kita kenal berbicara dalam bahasa yang kita tidak mengerti.
Seperti kabut pagi itu.
Monday, January 15, 2007
Friday, January 12, 2007
"Nih yat denger, elo tuh tinggal di Indonesia dimana kebodohan dan pembodohan tersebar merata disetiap lapisan masyarakat,dimana skill gak dihargai, yang dihargai hanya strata entah yang punya strata itu qualified atau cuma bisa ngomong doank, jadi jangan kecewa, terus maju dan tetaplah tegak berdiri walau tsunami menerjang. Satu lagi jangan pernah mengharapkan orang lain, karena mereka sama sekali gak akan membantu elo. Brotha you'll always walk alone and you'll always fight alone..."
Thursday, January 11, 2007
Monday, January 08, 2007
Om Google di Pocong 2 :P
Kemarin sabtu sekitar jam 2an lewat udah gak ada jam kuliah lagi sebenernya masih penasaran sama sorting variable yang pake for *walau akhirnya bisa pake cara jadul if :D - payah...payah...* tapi temen2 ngajakin nonton, hmm... ikut ah siapa tau aja Eragon ada di Butet, abis gw penasaran banget sama tuh film, mo donlot di rapidshare bandwith cekak, mau gak mau musti balik malem trus untuk sekedar memastikan donlotan gak putus, mending kalo bisa pake DM nah ini ora iso ah payah deh udah gitu partnya banyak benul lagi, ampun... deh, jadi musti ikut nih nonton bareng sama temen2, tapi gak lama ngobrol ternyata temen2 pada mau nonton pocong 2 *huah... film begituan bakalan nguantuk deh nih dibioskop* ah gak papa gak mamalah ngikut aja lagipula jarang2 bisa nonton bareng temen2 :)
Singkat cerita, kita ketinggalan tuh film beberapa puluh menit, emang dasar gw gak respect sama tuh film jadi agak kritis dan sensitif, sembari sekali waktu ngedumel tentang tuh film ke temen gw yang disamping, Barito Ropen. Ada satu adegan yang mbuat gw semakin 'geli' sama tuh film waktu ceritanya mbak Revalina browsing, dia mbuka notebooknya sambil ngerjain kerjaannya, gak lama dia browsing 'looking for pocong', webset yang pertama kali dibuka itu google (tampilan depan) sekilas terlihat address bar browsernya, lah...lah...lah... panjang benul tuh address tampilan depan google, dari situ gw coba fokus ke address barnya aja sementara mbak Revalina trus ‘pura-pura’ browsing, dan gak lama akhirnya gw bener2 ngeliat address dari website yang dia buka kurang lebih seperti ini “C:\Document and Settings\......”, hehehe jadi ketawa geli deh gw, gw dah coba cari adegan itu sekedar buat ngebuktiin tapi ternyata gak ada ditrailernya n di youtube juga blun nongol, hm... pokoknya menurut gw itu film gak seru, jalan ceritanya udah ketebak, nilai edukasinya nol, tapi walau bagaimanapun gw tetep salut sama Rudi Soedjarwo n crew yang udah berusaha memajukan perfilman Indonesia. Udah ah segitu aja mo sholat dzuhur dulu...
Labelz: Curhatz
Wednesday, January 03, 2007
Titik Nadir, Pertanyaan dan Jawaban...
Belakangan ini saya merasa sangat lemah, saya merasa saya jatuh dijurang yang paling dalam, perasaan jenuh, bosan akan kehidupan, pesimis, malas, bete, gak peduli dan hampir semua hal yang buruk mengelilingi keseharian saya beberapa hari belakangan ini. Pertanyaan "mau jadi apa?", "mau sampai kapan terus seperti ini?", "sudah siap 'kembali' atau belum?" dan beberapa pertanyaan lain yang seakan menghujam sampai jantung pun terus menghujani pikirian saya belakangan ini. Entah mengapa, apa hanya karena saya sedang melankolik atau bahkan saya mulai jauh dari Allah, hmm... pernyataan yang kedua sepertinya lebih tepat. Saatnya berbenah diri...
Labelz: Curhatz
